Mayang Asal Bandung Disekap hingga Disetrum di Myanmar, Dijanjikan Pekerjaan Malah Jadi Penipu Skimming

Mayang Asal Bandung Disekap hingga Disetrum di Myanmar, Dijanjikan Pekerjaan Malah Jadi Penipu Skimming

Teodhoran Mayang, warga Sukasari, Kota Bandung korban TPPO di Myanmar. Foto: -Istimewa-JPNN.com

BANDUNG, RADARCIREBON.COM - Teodhora Mayang asal Bandung, Jawa Barat, disekap dan disetrum di Myanmar.

Mayang dan kawan-kawan diperlakukan seperti budak di tempat mereka bekerja di Myanmar. Peristiwa ini diceritakan oleh Valeria Buring, kakak korban.

Mayang dan kawan-kawan merupakan korban TPPO di Myanmar. Kisah ini terbongkar dan sudah dilaporkan ke Kementerian Luar Negeri RI.  

Sebelumnya, Mayang dan rekan-rekan berangkat ke Myanmar setelah dijanjikan pekerjaan sebagai operator.

Namun setelah tiba di Kota Myawaddy, Myanmar, Mayang cs tidak dipekerjakan sesuai dengan perjanjian. Mereka malah dijadikan sebagai penipu skimming.

Pekerjaannya adalah mengajak orang-orang untuk berinvestasi melalui websiten bodong.

BACA JUGA:Pengakuan Sopir, Begini Detik-detik Bus Masuk Jurang di Guci Tegal, Rute Perjalanan Terungkap

BACA JUGA:Tips Berkendara Aman di Malam Hari, Pengguna Sepeda Motor Wajib Tahu

BACA JUGA:DETIK-DETIK Bus Wisata Masuk ke Jurang di Guci Tegal: Woy Ngerem, Allahu Akbar

“Ternyata pekerjaan yang dijanjikan sebagai operator tidak ada,” kata Valeria Buring dilansir dari jabar.jpnn.com, Minggu (7/5/2023).

Menurut Veleria, setelah beberapa pekan adiknya tiba di Myanmar, komunikasi mulai tidak lancar. Penggunaan telepon genggam mulai dibatasi kepada Mayang dan kawan-kawan.

Bahkan, ponsel mereka disita. Pada awalnya, Mayang dan kawan-kawan diberi kesempatan seminggu sekali untuk menghubungi keluarga mereka di Indonesia.

Namun lama kelamaan semakin jarang diberi kesempatan memegang ponsel.

“Sebelum mereka disekap, jadi dia gak bisa pegang HP dengan bebas," kata Valeria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: