Intensifkan Sweeping Layangan Berbenang Kawat, PLN Ingin Listrik Andal dan Masyarakat Aman

Intensifkan Sweeping Layangan Berbenang Kawat, PLN Ingin Listrik Andal dan Masyarakat Aman

Intensifkan Sweeping Layangan Berbenang Kawat, PLN Ingin Listrik Andal dan Masyarakat Aman-ist-radarcirebon.com

GARUT, RADARCIREBON.COM - PT PLN (Persero) terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan dengan menyediakan jaringan listrik yang andal dari hulu ke hilir, dari pembangkitan hingga penyaluran, demi memastikan pasokan energi listrik dapat tersalurkan dengan baik ke konsumen di seluruh Indonesia.

Dalam beberapa pekan terakhir PLN melalui UPT Cirebon rutin melaksanakan kegiatan sweeping layang-layang di sejumlah wilayah rawan gangguan layang-layang seperti Kecamatan Tarogong, Kecamatan Samarang, dan Kecamatan Cilawu.

Kegiatan ini merupakan langkah kuratif setelah sebelumnya terjadi serangkaian gangguan penyaluran energi listrik di wilayah Kabupaten Garut akibat permainan layang-layang menggunakan benang kawat yang tersangkut pada jaringan transmisi. Selain itu PLN ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kejadian tersetrum karena benang kawat.

Manager PLN UPT Cirebon, Yaya Supriman mengatakan, pelaksanaan kegiatan sweeping layang-layang tersebut melibatkan banyak pihak, baik dari pihak internal PLN maupun dari pihak eksternal.

BACA JUGA:Ratusan Ulama Sudah Berkumpul di Gedung Sate, Kapan Berkunjung ke Al Zaytun?

BACA JUGA:Timnas Argentina Sudah di Indonesia, Lionel Messi di Mana: Aku Sedang Mengerjakan Sesuatu
 

“Dalam kegiatan sweeping layang-layang ini, saya telah menugaskan setiap bagian untuk berkontribusi langsung, membantu tim Lapangan ULTG Garut dengan mengirimkan tambahan personil,” terang Yaya.

Kegiatan ini di fokuskan pada jalur-jalur SUTT/SUTET yang terindikasi rawan gangguan akibat permainan layang-layang menggunakan benang kawat, yaitu di penghantar Darajat - Garut Tower 25-66, penghantar Tasik - Garut Tower 1-25, dan penghantar Malangbong - Tasik Tower 80-95.

Selanjutnya para personil tambahan PLN ditugaskan secara bergiliran terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan sweeping, membangun relasi, melakukan negosiasi, sekaligus melakukan edukasi dengan sejumlah stakeholder seperti dinas terkait, tokoh masyarakat hingga pemain layang-layang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 

Sedangkan dari pihak eksternal, PLN menggandeng Komunitas layang-layang di Kabupaten Garut dan Satuan Samapta Polres Garut.

BACA JUGA:Jangan Mengaku Pendukung Timnas Argentina dan Messi, Kalau Tidak Tahu 5 Lagu Ini, Nomor 3 Pasti Tau Banget!

BACA JUGA:Belajar dari Beijing Menyambut Lionel Messi DKK, Indonesia vs Argentina, Jangan Sampai Terulang di Jakarta

“Kolaborasi PLN dengan pihak eksternal diharapkan mampu mendukung upaya PLN dalam menyampaikan resiko bermain layang-layang menggunakan benang kawat di sekitar jaringan SUTT/SUTET milik PLN sekaligus mensosialisasikan larangan bermain layang-layang menggunakan benang kawat sebagaimana tertuang dalam Perda Kabupaten Garut nomor 18 Tahun 2017,” pungkas Yaya Supriman.(wahyu)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: