Beking Al Zaytun Ramai Diperbincangkan, Moeldoko: Saya Ngerti Siapa yang Goreng, Sudah Tahu Saya

Beking Al Zaytun Ramai Diperbincangkan, Moeldoko: Saya Ngerti Siapa yang Goreng, Sudah Tahu Saya

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dr Moeldoko angkat bicara soal isu Mahad Al Zaytun yang kembali ramai diperbincangkan.-KSP-radarcirebon.com

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dr Moeldoko kembali menjawab mengenai ramai isu Mahad Al Zaytun dan Syekh Panji Gumilang.

Saat menyampaikan isu-isu update pemerintahan, Senin, 3, Juli 2023, Moeldoko kembali ditanya oleh wartawan mengenai kedekatannya dengan Syekh Panji Gumilang dan Mahad Al Zaytun.

Ditegaskan dia, penanganan yang dilakukan pemerintah agar berjalan sesuai dengan koridor. Baik persuasif maupun law enforcement. 

“Apa nggak ada isu yang lain? Saya ngerti siapa yang goreng, sudah tahu saya. Tujuannya apa sudah tahu,” tanya Moeldoko ketika wartawan menyampaikan pertanyaan berkaitan Al Zaytun.

BACA JUGA:Usia 45 Tahun, Peson Gianluigi Buffon Belum Pudar, Ditawari Gaji Rp476 Miliar Jika Bersedia Pindah Klub

Moeldoko menegaskan, pemeriksaan terhadap Al Zaytun dipersilakan berjalan. Bahkan dirinya sudah jauh-jauh hari memperingatkan ke Syekh Panji Gumilang, kalau berbuat yang tidak-tidak.

“Periksa saja. Sebagai warga negara tidak ada kekebalan. Saya sudah bicara ke Panji Gumilang, macam-macam saya orang pertama yang akan beresin,” tegasnya.

Perkenalan dengan Al Zaytun dan Syekh Panji Gumilang, kata Moeldoko, sudah lama terjalin. Dirinya pertama kali kenal saat menjabat Pangdam III Siliwangi.

Karenanya, dirinya tidak terima kalau ada yang menghembuskan isu soal beking Al Zaytun yakni para jenderal.

BACA JUGA:Jelang Pemeriksaan di Bareskrim, Kubu Panji Gumilang Tuntut Ken Setiawan Diperiksa: Laporan 5.000 Wali Santri

“Saya mulai Pangdam sudah datang ke Al Zaytun. Jangan bilang dibilangi beking. Saya juga bisa marah loh,” tandasnya.

Ketika ditanya apakah sudah ada kontak terbaru dengan Panji Gumilang, Moeldoko menjawab enteng. “Ntar saya komunikasi dengan Panji Gumilang dibilang intervensi,” tegasnya.

Dalam penanganan polemik Mahad Al Zaytun dan Syekh Panji Gumilang, Moeldoko juga berpesan agar masyarakat tidak terbawa oleh yang dinamakan persepsi.

Sebab, menjadi tidak adil ketika persepsi digunakan untuk mengadili seseorang. Bukan berlandaskan dengan fakta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: