Kronologi Kerusuhan Pemilihan Nomor Urut Pilwu Desa Kapetakan Cirebon, Berawal dari Saling Ejek

Kronologi Kerusuhan Pemilihan Nomor Urut Pilwu Desa Kapetakan Cirebon, Berawal dari Saling Ejek

Kronologi kerusuhan pemilihan nomor urut kuwu Pilwu Desa Kapetakan, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.-Cecep Nacepi-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Kronologi terjadinya kerusuhan antar simpatisan calon kuwu yang mengikuti proses pemilihan nomor urut untuk Pemilihan Kuwu (Pilwu) Desa Kapetakan, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten CIREBON.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Rano Hadiyanto mengungkapkan kejadian tersebut diawali dari saling ejek antar simpatisan yang menyebabkan diantara mereka terpancing emosi.

Kendati demikian, AKBP Rano memastikan situasi sudah kondusif dan untuk saat ini masyarakat diimbau tidak terpancing dengan provokasi di media sosial dan beredarnya video yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Memang ada beredar video korban luka dan kerusukan. Tapi masyarakat tidak perlu terprovokasi. Video korban luka itu, dikaitkan dengan kejadian di sini. Yang jelas tidak ada laporan korban,” tandas Kapolres Cirebon Kota.

BACA JUGA:Rusuh Pemilihan Nomor Urut Calon Kuwu di Kapetakan, Kapolres Cirebon Kota: Situasi Sudah Aman

Pihaknya juga memastikan lalu lintas di sekitar lokasi sudah lancar dan situasi pun kondusif usai para simpatisan kembali ke rumah masing-masing.

Kembali ke kronologi kejadian, Kapolres menambahkan bahwa di Desa Kapetakan hari ini memasuki tahap pemilihan nomor urut calon.

Kejadian tersebut bermula sekitar pukul 08.00 WIB, ketika masing-masing calon didampingi sampatisan mengikuti proses pemilihan nomor urut.

“Tiba-tiba ada saling ejek mengejek. Nah ada diantara mereka yang tidak bisa mengontrol emosi dan terjadilah aksi saling lempar,” kata AKBP Rano, kepada radarcirebon.com, Senin, 18, September 2023.

BACA JUGA:Ibarat Surat Jatuh Tertimpa Tangga, Amit-amit Jangan Kejadian, Cek Pinjol Ilegal Lewat WA OJK, Tinggal Simpan

Ditambahkan kapolres, di lokasi tersebut sejak pagi polisi sudah menjaga untuk pengamanan dan ketika terjadi kericuhan dapat dilerai, meski diantara massa sempat ada yang saling lempar di tengah jalan.

"Kami dari jajaran polres dan polsek sudah ada di lokasi, dan tidak memakan waktu lama kejadian pelemparan antar simpatisan bias kami cegah dan selesaikan," tandasnya.

Bahkan sekitar pukul 08.30 WIB, kerusuhan antar para pendukung calon kuwu sudah dapat dilerai dan situasi kembali kondusif.

Masyarakat juga sudah bisa beraktivitas seperti biasa sekitar pukul 09.00 WIB dan tidak perlu ada kekhawtiran berlebihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: