Sebagian Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Hujan, Begini Arahan BNPB

Sebagian Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Hujan, Begini Arahan BNPB

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto SSos MM-ISTIMEWA/RADARCIREBON.COM-

JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Menghadapi musim hujan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memberikan empat arahan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan empat arahan tersebut antara lain:

Pertama untuk kawasan perkotaan seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Medan Padang dan lain-lain untuk memeriksa dan pastikan pemeliharaan drainase primer, sekunder, dan tersier.

BACA JUGA:Tiga Pemain Keturunan Indonesia Dalam Proses Naturalisasi

Kekeringan yang terjadi lebih dari 4 bulan, tidak menampik adanya kebiasaan masyarakat yang membuang sampah di saluran air yang kering, membuang sampah di sungai, yang menyebabkan penyumbatan saluran air dan menjadi banjir.

Sehingga BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk memelihara dan membersihkan baik drainase bawah permukaan, drainase permukaan saluran sungai, untuk menampung air.

"Paling tidak kalau pun tidak akan bisa menghilangkan banjir, paling tidak kita harapkan itu cuma sebatas genangan yang dalam waktu tidak selama 3-6 jam itu bisa hilang," ujar dia.

BACA JUGA:Peringati Harlah ke-30, GMPI Kabubaten Cirebon Siap Menangkan PPP di Pemilu 2024

Kedua adalah kawasan perbukitan, sebab kering dalam waktu lama menyebabkan permukaan tanah itu retak-retak sudah sangat lama tidak diguyur hujan.

Abdul mengatakan BNPB menerima laporan terjadinya banjir dari kawasan perbukitan di Bogor, Jawa Barat, di enam titik.

"Yang diwaspadai Jawa bagian tengah ke selatan, di mana topografinya itu, dan untuk kondisi seperti ini, yang perlu kita waspadai adalah Jawa bagian tengah ke selatan di mana topografinya itu sudah perbukitan," ujar dia.

BACA JUGA:Waspada Bencana Banjir dan Longsor, Pj Gubernur Jabar Minta Kabupaten dan Kota Lakukan Pencegahan

Kondisi tersebut harus diwaspadai Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri untuk melihat situasi di puncak-puncak atau di kawasan kawasan perbukitan, dan memastikan nanti masyarakat bisa terkondisikan dalam menghadapi potensi longsor.

Yang ketiga adalah kawasan gunung api. Seperti halnya Gunung Semeru dan Merapi, jika hujan intensitas tinggi terjadi di permukaan, maka akan meningkatkan potensi adanya banjir lahar dingin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: reportase