Bupati Jamin Petugas Penyelenggara Pemilu yang Rawat Inap di RS

Bupati Jamin Petugas Penyelenggara Pemilu yang Rawat Inap di RS

Bupati Cirebon, H Imron MAg Jamin Petugas Penyelenggara Pemilu yang Rawat Inap di RS -Cecep Nacepi-radarcirebon.com

SUMBER, RADARCIREBON.COM - Bupati Cirebon, H Imron MAg telah menerima laporan, terkait petugas penyelenggara Pemilu 2024 yang jatuh sakit usai menjalankan tugasnya. Bahkan, sejumlah orang juga harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit.

Dari laporan itu. Imron mengatakan, kalau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) siap untuk menjamin biaya perawatan, petugas penyelenggara Pemilu. Khususnya, yang harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS).

"Kalau petugas itu sakit dan sampai harus (rawat inap, red) di rumah sakit, kami akan jamin," ujar Imron.

Sejauh ini, Pemkab Cirebon sangat peduli dengan petugas penyelenggara Pemilu. Imron mengaku, sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon untuk bisa menjaga kesehatan para petugas penyelenggara Pemilu.

BACA JUGA:Partisipasi Pemilih Malah Meningkat, PSU Kota Cirebon Digelar Hari Ini

BACA JUGA:Kampus 2 STIKKU RS Ciremai Beri Beasiswa Bagi 93 Mahasiswa Berprestasi

Instruksi tersebut dijalankan Dinkes dengan mendirikan posko kesehatan di tiap-tiap desa dan Puskesmas. Posko kesehatan itu, memberikan layanan pengobatan dan pemberian vitamin bagi petugas yang datang meminta pertolongan akibat sakit atau kelelahan.

Bahkan, Imron melakukan monitoring sehari sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Ia memberikan arahan kepada para petugas penyelenggara Pemilu agar selalu menjaga kesehatan. "Saya berikan arahan agar para KPPS, PPK, PPS dan petugas lainnya. Kalau sakit jangan dipaksakan, harus istirahat," kata Imron.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat,  sejak tanggal 13 Februari 2024 hingga 15 Februari 2024 , sebanyak 114 orang  dikabarkan sakit. Mereka meminta penanganan kepada Puskesmas.

"Sebanyak 114 orang yang sakit, diperiksa oleh Puskesmas dan Rumah Sakit," papar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr Hj Neneng Hasanah, Kamis (15/2/2024).

BACA JUGA:Sultan Kacirebonan dan Presiden IKBC menghadiri Peringatan Hari Nasional Kuwait ke-63

BACA JUGA:Saksi BPN Dihadirkan, Objek Penipuan Sudah Dilelang Rp 4 M

Tercatat oleh Dinkes Kabupaten Cirebon, sebanyak 110 orang ditangani oleh Puskesmas. Diantaranya, sebanyak 36 orang sebagai petugas KPPS, 6 orang PKK, 27 PPS, 9 orang petugas saksi partai politik, 20 orang masyarakat, dan 20 orang pemilih atau masyarakat, dan 2 orang anggota Bawaslu.  Sementara 4 orang lainnya ditangani oleh Rumah Sakit.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Paling banyak menderita sakit nyeri otot sebanyak 33 orang, Sakit kepala 32 orang, Tekanan darah tinggi 14 orang, nasofaringitis akut sebanyak 5 orang, fever sebanyak 4 orang, Gastritis atau Maag sebanyak 8 orang.

Ada juga yang mengalami gangguan pencernaan atau dispepsia sebanyak 7 orang, malaise dan fatique sebanyak 2 orang, diare sebanyak 2 orang, common cold sebanyak 1 orang, Appendisitis akut sebanyak 1 orang, Faringitis akut sebanyak 1 orang, Cough sebanyak 1 orang, Nausea n vomitus sebanyak 1 orang, Paniculitis sebanyak 1 orang, dan Acute subendocardial miocardial infarction sebanyak 1 orang

Karena itu, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan masi disiagakan hingga saat ini. Utamanya tenaga medis dari Puskesmas, yang akan siaga hingga 18 Februari 2024, mendatang.  (cep)

BACA JUGA:Kominfo Ajak Masyarakat Terus Rajut Harmoni dan Jaga Pemilu Damai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: