Ekspor Jawa Barat Melonjak, Neraca Perdagangan Surplus USD 16,63 Miliar hingga Juli 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati.-BPS Jabar-
Pada kelompok sepuluh komoditas impor nonmigas terbesar, peningkatan paling tinggi terjadi pada golongan mesin dan perlengkapan elektronik. Nilainya bertambah USD 245,44 juta atau tumbuh 25,92 persen.
Sementara penurunan terbesar terjadi pada golongan mesin dan peralatan mekanis, yang berkurang USD 138,48 juta atau turun 22,23 persen.
BACA JUGA:BPS Tegaskan Desil Bukan Penanda Orang Kaya atau Miskin, Ini Cara Membacanya
Dari sisi negara asal barang, Tiongkok menjadi pemasok impor nonmigas terbesar Jawa Barat. Nilainya mencapai USD 2,78 miliar atau menyumbang 42,14 persen.
Jepang berada di posisi kedua dengan nilai USD 788,98 juta atau 11,99 persen. Berikutnya Korea Selatan dengan nilai USD 779,07 juta atau 11,84 persen.
Berdasarkan golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi selama Januari-Juli 2026 meningkat 5,73 persen.
Sebaliknya, impor bahan baku atau penolong turun 1,04 persen, sedangkan barang modal mengalami penurunan lebih besar, yakni 9,84 persen.
Dengan ekspor yang mencapai USD 23,58 miliar dan impor USD 6,95 miliar, Jawa Barat berhasil mempertahankan posisi surplus perdagangan yang cukup besar hingga pertengahan 2026. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

