Ritual Cuci Gong Sekati Keraton Kanoman Cirebon, Peninggalan Wali Songo, Dibunyikan 1 Tahun 1 Kali

Ritual Cuci Gong Sekati Keraton Kanoman Cirebon, Peninggalan Wali Songo, Dibunyikan 1 Tahun 1 Kali

Patih Keraton Kanoman Cirebon, Patih M Qodiran memimpin Ritual Cuci Gong Sekati, malam ini akan dilaksanakan proses Pelal Ageng Panjang Jimat Muludan pada Sabtu malam, 8, Oktober 2022.-Dedi Haryadi-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, CIREBON - Ritual cuci Gong Sekati peninggalan Wali Songo kembali dilaksanakan Keraton Kanoman Cirebon, di tanggal 7 Mulud atau 4, Oktober 2022.

Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina mengatakan, ritual cuci Gong Sekati atau sekaten biasa dilaksanakan setiap tahun sebelum Awit Mungel Gong Sekati atau pertama kali dibunyikan.

Gong Sekati merupakan perangkat gamelan yang sudah berusia 750 tahun, sehingga ritual cuci alat musik tersebut dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati.

"Alhamdulillah di tanggal 7 Mulud ini, Keraton Kanoman melaksanakan pencucian Gong Sekati," kata Ratu Raja Arimbi Nurtina, kepada radarcirebon.com.

BACA JUGA:Pelajar SMP Gunungjati Cirebon Ditusuk Saat Tawuran di Majalengka, Sempat Kritis di Rumah Sakit

BACA JUGA:Buka Pendaftaran Kuliah S2 dan S3, UNPAR Tawarkan Beasiswa Pacupasca

Maknanya, kata Arimbi, adalah bebersih Gong Sekati yang akan dipakai nanti malam dan dibunyikan pertama kali saat Awit Mungel Gong Sekati.

"Dibunyikan hanya satu tahun sekali, sehingga sebelum dipakai dicuci dan dibersihkan dengan cara-cara khusus," tuturnya.

Setelah dicuci, perangkat gamelan akan dicek apakah gamelan tersebut dapat dibunyikan. Kemudian dilakukan cara-cara tertentu untuk perawatan, sehingga nanti malam dapat ditampilkan dengan baik.

Pencucian Gong Sekati dipimpin Patih Keraton Kanoman, Patih Raja M Qodiran. Diawali dengan tahlil dan doa-doa, kemudian dilakukan pencucian.

BACA JUGA:Bagaimana Peluang Anies Baswedan di Jawa Barat? Ini Kata Pengamat

BACA JUGA:Tiara Kartika Disebut Anak Kunti, Gadis Cantik yang Ditemukan Seorang Nenek 11 Tahun Lalu di Hutan

Tidak sembarangan peralatan dipakai untuk mencuci. Misalnya, komposisi air yang dipakai sebelumnya telan direndam bunga beberapa jenis. Bahan-bahan lain adalah abu gosok, dan ramuan lainnya.

Menariknya, pasca pencucian Gong Sekati, biasanya masyarakat yang datang berebut mengambil air bekas cuci tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: