Waspada! Kasus Penyebaran Covid-19 Diperkiarakan Sebentar Lagi Akan Mengalami Puncak

Waspada! Kasus Penyebaran Covid-19 Diperkiarakan Sebentar Lagi Akan Mengalami Puncak

Kemenkes kembali temukan varian baru Covid-19, warga di himbau untuk kembali pakai masker apabila aktivitas diluar ruangan dan rajin olahraga untuk menjaga imunitas tubuh. foto: -Pixabay-

Radarcirebon.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memperkirakan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia yang merangkak naik sejak 25 Oktober 2022 segera memuncak dalam waktu dekat.

"Sekarang kasus Covid-19 sudah lebih tinggi, sudah di atas 60 persen. Jadi saya rasa, sebentar lagi pasti akan sampai puncak," kata Budi Gunadi Sadikin usai konferensi pers Indonesia Memanggil Dokter Spesialis di Gedung Kemenkes RI Jakarta, Jumat 18 November 2022.

Budi mengatakan perkiraan itu didasari atas pengamatan pada fluktuasi angka positivity rate atau proporsi orang positif dari keseluruhan orang yang dites dalam kurun dua pekan terakhir.

BACA JUGA:Hore! Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia Telah Selesai

Berdasarkan laporan Kemenkes RI, tren sub-varian Omicron XBB pada dua pekan terakhir di Indonesia mengalami peningkatan dari 14,13 persen menjadi 20,90 persen.

Menurut Budi, kenaikan angka kasus Covid-19 kali ini dipengaruhi Subvarian Omicron XBB dan BQ.1, yang diperkirakan sudah mencapai 60 persen dominasi di sejumlah daerah, sejak kali pertama teridentifikasi di Indonesia pada September 2022.

Kasus itu awalnya ditemukan di 10 provinsi di Indonesia, di antaranya Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Babel, Lampung, dan Sumatera Utara, dan Riau.

BACA JUGA:Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat Tandatangani Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

"Sekarang XBB, BQ.1, itu saya lihat sudah di atas 60 persen. Tapi belum 90 persen. Saya lihat positivity rate-nya tinggi seperti ini, harusnya masih akan naik minimal sampai akhir bulan masih naik," katanya.

Menurut Budi, tantangan paling tinggi menghadapi lonjakan varian baru tersebut saat ini berada di Batam yang berdekatan dengan Singapura sebagai negara dengan lonjakan kasus XBB yang cukup tinggi.

"Di Batam kasus XBB-nya sudah tinggi sekali, mungkin sudah 70-80 persen. Sekarang tinggal saya lihat, Batam dalam sepekan hingga dua pekan ini flattening apa enggak. Kalau Batam itu flattening, artinya benar (mencapai puncak kasus)," katanya.

BACA JUGA:Diduga Melanggar Disiplin, Perwira di Polresta Cirebon Dilaporkan ke Unit Propam

Jumlah penambahan kasus Covid-19 di Indonesia pada hari ini mecapai 4.408 kasus.

Sementara yang meninggal dunia pada Senin, 14 November 2022 mencapai puluhan orang.

Berdasarkan datan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat angka kasus Covid-19 harian pada Senin mencapai 4.408 kasus.

Penambahan kasus Covid-19 paling banyak berasal dari DKI Jakarta.

BACA JUGA:Belajar Memahami Ilmu Jurnalistik, 80 Warga Kelurahan Karyamulya Diberi Pelatihan

DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi penyumbang kasus terbanyak dengan 1.771 kasus baru, diikuti oleh Jawa Barat (737 kasus), Banten (458 kasus), Jawa Timur (386 kasus), dan Bali (270 kasus).

Jumlah akumulatif kasus Covid-19 di Indonesia sejak kasus pertama diumumkan pada Maret 2020 sampai Senin seluruhnya 6.565.912 kasus.

Penderita Covid-19 yang dinyatakan sembuh pada Senin bertambah 4.188 orang menjadi total 6.356.794 orang sejak awal pandemi sampai sekarang.

BACA JUGA:Pengadilan Belanda Memvonis Para Terdakwa Pengebom Malaysia Airlines MH17 Penjara Seumur Hidup

Jumlah pasien yang meninggal karena infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 pada Senin tercatat bertambah 54 orang sehingga jumlahnya sejak awal pandemi sampai sekarang total 159.158 orang.

Penderita Covid-19 yang masih menjalani perawatan dan atau karantina pada Senin masih 49.960 orang, bertambah 166 orang dari hari sebelumnya.

Di samping itu, ada 3.521 orang yang diduga terserang Covid-19 dan dikategorikan sebagai suspek.

Satuan Tugas menyatakan bahwa peningkatan angka kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir belum bisa dipastikan disebabkan oleh persebaran virus corona sub-varian Omicron XBB.

BACA JUGA:Karyawan Mulai Terkena PHK, Menko PMK: Penambahan Orang Miskin baru

Meski demikian, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa semua harus berperan dalam upaya menekan penularan sub-varian virus corona yang sangat cepat menular itu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ia mengingatkan bahwa penerapan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat serta vaksinasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penularan virus corona.

"Adanya tren kenaikan hendaknya dapat menjadi pengingat bahwa Covid-19 masih ada dan kita tetap harus menjaga diri kita dengan protokol kesehatan, sehingga potensi penularan menjadi berkurang dan jumlah kasus kasus Covid-19 dapat kembali ditekan," katanya. (jun)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: reportase