Yamaha 2022-09

Ya Allah Pertanda Apa, Kota Jeddah Banjir, Curah Hujan Tertinggi Sepanjang Sejarah, Jalan ke Mekkah Lumpuh

Ya Allah Pertanda Apa, Kota Jeddah Banjir, Curah Hujan Tertinggi Sepanjang Sejarah, Jalan ke Mekkah Lumpuh

Banjir di Kota Jeddah, Arab Saudi yang terjadi, Kamis, 24, November 2022.-Ist/tangkapan layar-radarcirebon.com

JEDDAH, RADARCIREBON.COM - Hujan yang menyebabkan banjir di Kota Jeddah, Arab Saudi merupakan curah hujan yang tertinggi sepanjang sejarah yakni 179 milimeter.

Bahkan curah hujan yang terjadi Kamis, 24, November 2022 lebih tinggi dari tahun 2009 saat terjadi banjir di Kota Jeddah dan menyebabkan 123 orang meninggal dunia.

Dilaporkan Saudi Press Agency, hujan menyebabkan banjir di Kota Jeddah karena turun cukup lama dan deras. Yakni mulai pukul 08.00 sampai dengan 14.00, waktu setempat.

Akibat jalanan yang tergenang cukup tinggi, banjir bandang menghanyutkan mobil-mobil mewah yang ada di jalanan. Bahkan pada sebuah video yang beredar di media sosial, nampak warga histeris menyaksikan pemandangan itu.

BACA JUGA:Ya Allah Pertanda Apa, Banjir di Jeddah Arab Saudi, Mobil-mobil Hanyut

BACA JUGA:Islam Mematahkan Teori Darwin Tentang Evolusi Manusia, Nabi Adam Super Cerdas

"Ya Allah Rahmatan Lil'alamin. Ya Allah," sebut wanita yang merekam video tersebut dan viral di media sosial, Jumat, 25  November 2022.

Belum ada laporan terkait korban jiwa maupun kerusakan material akibat banjir bandang tersebut. Namun, Pusat Meteorologi Saudi menginformasikan bahwa cuaca buruk masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Karenanya, telah dikeluarkan imbauan kepada masyarakat agar waspada. Pusat pendidikan hingga universitas juga telah diliburkan untuk mencegah siswa dan mahasiswa terjebak cuaca buruk.

Sementara Bandara King Abdul Azis telah diminta untuk membatalkan sejumlah penerbangan sehubungan cuaca buruk dalam  beberapa hari ke depan.

BACA JUGA:Poltekpar Prima Internasional Gelar Table Manner

BACA JUGA:Mabuk Pil Koplo Lalu Curi Motor Keluarga Sendiri, Dijual di Kota Cirebon

Pasalnya, akibat banjir di Jeddah, kawasan kota tersebut sempat lumpuh. Sementara akses menuju Kota Makkah juga sempat tidak dapat dilalui oleh kendaraan, lantaran tergenang cukup tinggi.

Tidak hanya itu, banjir juga membuat Bandara Domestik Rabigh dan Khulais terpaksa ditutup. Aktivitas pendidikan mulai dari sekolah hingga Universitas King Abdul Azis dan Universitas Jeddah juga ditutup sementara.

Melansir SPA, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi memprediksi, hujan akan terjadi sampai beberapa hari ke depan dan sudah diawali sejak Kamis, 24, November 2022.

Prakiraan cuaca buruk ini, telah diinformasikan kepada masyarakat agar waspada dan bersiap. Mengingat dampak yang ditimbulkan, khususnya banjir.

BACA JUGA:Sultan Sepuh Alexander Disebut Tidak Tercatat di Leiden, Rahardjo Djali: Hanya Sampai Sultan Sepuh XI

BACA JUGA:Konflik Keraton Kasepuhan Cirebon, Dewan Kalungguhan Minta Pemda Ambil Alih Pengelolaan Wisata

Kota Jeddah relatif rawan dengan bencana hidrometeorologi sebab, kota ini berada di kawasan pesisir yang dekat dengan Laut Merah.  Hampir setiap tahun terjadi banjir terutama saat musim dingin dan puncak musim hujan.

Jeddah merupakan kota dengan penduduk 4 juta jiwa, yang merupakan gerbang internasional menuju Arab Saudi juga Kota Suci Makkah. Sebab, semua penerbangan mengarah ke Bandara Internasional King Abdul Azis.

Terkait kejadian banjir tersebut, Pusat Meteorologi Nasional menginformasikan bahwa banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi mencapai 179 milimeter.

Curah hujan di Kota Jeddah itu, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah tercatat. Karenanya menyebabkan terjadinya bencana hingga jalanan yang tergenang parah.

BACA JUGA:Doa agar Terlindung dari Bencana Alam Hanya Memohon Kepada Allah, Mari Amalkan

BACA JUGA:10 Manfaat Daun Singkong untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya, Tidak Banyak Diketahui

Hujan terjadi mulai pukul 08.00 sampai dengan 14.00, Kamis, 24, November 2022 waktu setempat. Curah hujan tinggi tersebut melampaui rekor tahun 2009. Di mana saat itu terjadi bencana banjir yang menyebabkan 123 orang meninggal dunia.

Al Jazeera menyebut, banjir di Kota Jeddah karena curah hujan rata-rata selama 3 tahun, tetapi turun hanya dalam 6 jam saja.

Sumber: saudi press agency