Trisakti Sadarehe, Jalur Baru Pendakian Gunung Ciremai, Ada Padang Savana dan Hamparan Edelweis!

Trisakti Sadarehe, Jalur Baru Pendakian Gunung Ciremai, Ada Padang Savana dan Hamparan Edelweis!

Trisakti Sadarehe--

RADARCIREBON.COM – Jalur baru pendakian Gunung Ciremai belum lama telah resmi diluncurkan. Pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) meresmikan Trisakti Sadarehe sebagai jalur pendakian baru pada kamis (25/8/2022). Jalur baru Trisakti Sadarehe ini menyuguhkan pemandangan yang lebih menawan dan fasilitas yang akan memanjakan para pendaki.  

Jalur Trisakti Sadarehe menambah daftar baru jalur pendakian Gunung Ciremai yang ada di Majalengka. Seperti yang diketahui, Majalengka sebelumnya hanya memiliki jalur pendakian Apuy. Dengan hadirnya Trisakti Sadarehe, Majalengka kini resmi memiliki 2 jalur pendakian Gunung Ciremai.

Kini terdapat 5 jalur pendakian Gunung Ciremai. Sebelumnya, gunung tertinggi di Jawa Barat ini memiliki 4 jalur pendakian yaitu Linggajati, Linggasana, Palutungan dan Apuy. Jalur baru Trisakti Sadarehe akan memberikan pengalaman mendaki Gunung Ciremai dengan sensasi yang berbeda.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Teguh Setiawan, menjelaskan jalur pendakian Trisakti Sadarehe ini memiliki 8 transit yang terdiri dari 3 transit camp dan transit shelter. Keunggulan jalur pendakian ini jelas dia terdapat padang savana yang membentang pada ketinggian 2.670 mdpl, pemandangan matahari terbit dan terbenam dan hamparan edelweis.

BACA JUGA:Rekening Brigadir J Nyaris Rp 100 T, Jadi Begini Penjelasan PPATK: Bukan Saldo

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai jalur pendakian trisakti Sadarehe. Simak penjelasan berikut yang dirangkum dari berbagai sumber.

Jalur Pendakian Trisakti Sadarehe
Jalur Trisakti Sadarehe berlokasi di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Sebelum diresmikan, jalur ini sudah pernah dilalui oleh paara pendaki dari tahun 2019. Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Teguh Setiawan, jalur sadarehe sebelumnya merupakan jalur ilegal oleh para pendaki.  Untuk meminimalisir kecelakaan akibat pendakian ilegal, kelompok masyarakat Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka mengajukan pengelolaan wisata pendakian di jalur sadarehe.

Makna Trisakti Sadarehe
Pembukaan jalur Trisakti Sadarehe mendapat dukungan dari angggota DPR RI Komisi IV, Sutrisno, yang memberikan nama sebagai Jalur Pendakian Trisakti Sadarehe. “Makna Trisakti yang digagas Bung Karno adalah gagasan dalam membangun Indonesia agar mampu mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan dan gemah ripah loh jinawi. Nilai-nilai tersebut yaitu berdaulat dalamberpolitik, berdiakri dalam bidang ekonomi dan kepribadian secara budaya,” ucap Sutrisno. Makna Trisakti tersebut memliki kesamaan dengan pengelolaan TNGC melalui tiga kelola yaitu kelola ekologis, ekonomi dan sosial budaya.

BACA JUGA:Bupati Serahkan Penyediaan Alat Bantu Disabilitas

Keunggulan Jalur Pendakian Trisakti Sadarehe
Jalur baru ini memberikan suguhan pemandangan yang lebih menawan dan memberikan pengalaman baru mendaki Gunung Ciremai dengan sensasi yang berbeda.

Jalur ini memiliki banyak hal yang tidak dimiliki oleh 4 jalur lainnya. Jalur baru ini memiliki alam yang sangat indah, berupa padang rumput yang luas serta panorama sunrise dan sunset yang memanjakan mata. Selain itu, jalur ini memiliki keanekaragaman hayati yang lebih banyak jika dibandingkan dengan empat jalur pendakian Gunung Ciremai lainnya.  

Fasilitas Premium Jalur Pendakian Trisakti Sadarehe
Bagi para pendaki Gunung Ciremai yang melalui jalur ini akan mendapatkan banyak fasilitas seperti ketersediaan air yang melimpah dan ketersediaan peralatan. Jadi, para pendaki tidak perlu membawa air dan peralatan mendaki karena panitia telah menyediakan.

Demikian mengenai jalur pendakian baru Gunung Ciremai, Trisakti Sadarehe, selamat mendaki. (Yurita Febriyawati)

BACA JUGA:8 Rekomendasi Tempat Wisata di Cirebon Yang Lagi Hits : Liburan Berkesan di Akhir Pekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: