Mudahkan Wisatawan Berkunjung ke Cirebon, Keraton Kasepuhan Luncurkan Aplikasi Ini

Mudahkan Wisatawan Berkunjung ke Cirebon, Keraton Kasepuhan Luncurkan Aplikasi Ini

Direktur BPKK Cirebon Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat bersama President Director CV Akses Digital Faisal Akbar kembali melaunching aplikasi GWIDO di Keraton Kasepuhan, Selasa 20 Juni 2023.-DEDI HARYADI-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, Keraton Kasepuhan Cirebon kembali resmi meluncurkan kembali aplikasi berbasis Android bernama GWIDO.

Launching tersebut berlangsung di Basal Pungkuran Keraton Kasepuhan Cirebon, Selasa 20 Juni 2023.

BACA JUGA:Kejari Kota Cirebon Luncurkan Laman Resmi Halo Jaksa Pengacara Negara, Apa Itu?

Aplikasi dengan teknologi Augmented Reality (AR) ini bisa mengetahui sejarah Keraton Kasepuhan dan Goa Sunyaragi.

Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Cirebon Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, mengatakan, kehadiran aplikasi GWIDO tersebut untuk memudahkan para wisatawan yang berkunjung ke Keraton Kasepuhan Cirebon.

BACA JUGA:Meski Kebobolan Dua Gol, Ernando Ari Kecanduan Bertanding dengan Timnas Selevel dengan Argentina

"Tahun 2020 awal kami sudah launching aplikasi GWIDO ini oleh almarhum Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, karena ada pandemi Covid-19 program aplikasi ini tertunda, tapi aplikasi itu masih ada. Nah, hari ini 20 Juni 2023 aplikasi ini kami launching kembali," katanya.

Diungkapkan adik kandung almarhum Sultan Sepuh ke XIV ini, Keraton Kasepuhan Cirebon mengikuti perkembangan zaman, di mana saat ini yang merupakan era digital.

BACA JUGA:WOW! Mahad Al Zaytun akan Kerahkan 20.000 Orang untuk Imbangi Demo Forum Solidaritas Dharma Ayu

"Aplikasi Gwido ini merupakan bentuk keseriusan kami (Keraton Kasepuhan Cirebon) untuk lebih perhatian pada kebudayaan serta pariwisata Cirebon," ungkapnya.

Kata Ratu Raja Alexandra, di dalam aplikasi tersebut terdapat fitur-fitur mulai dari penjelasan mengenai benda-benda pusaka dan bangunan yang ada di Keraton Kasepuhan hingga sejarahnya.

"Dalam aplikasi GWIDO ini terdapat berbagai fitur yang menarik, terutama tentang Keraton Kasepuhan dan juga Goa Sunyaragi.”

BACA JUGA:Soal Fitnah, Ujaran Kebencian dan Kedengkian, Al Zaytun Keluarkan 6 Sikap

“Dan juga di aplikasi ini ada jadwal kegiatan-kegiatan Keraton Kasepuhan, foto-fotonya, harga tiket masuk ke keraton hingga paket-paket wisatanya. Namun, untuk saat sekarang aplikasi ini fokusnya ke Keraton Kasepuhan dulu," ungkapnya.

Jadi, lanjut Ratu Raja Alexandra, aplikasi GWIDO ini merupakan sarana mempromosikan digital untuk masyarakat.

"Saya berharap dengan adanya aplikasi ini pengunjung ke Keraton Kasepuhan lebih mudah mendapatkan informasi-informasi yang ada di Keraton Kasepuhan," ucapnya.

BACA JUGA:Masa Jabatan Kades Diusulkan 9 Tahun Plus Dapat Tunjangan Purna Bhakti

Masih menurut Dia, kedepannya Keraton Kasepuhan juga akan memasang fasilitas Wifi gratis untuk pengunjung.

"Memang WiFi gratis belum ada, dulu selama pandemi memang ada dari pemerintah. Tapi setelah pandemi berakhir, Wifi gratis tersebut sudah tidak aktif lagi. Ke depannya insyaAllah kami akan memasang fasilitas Wifi gratis untuk pengunjung bekerjasama dengan pihak swasta (provider)," ujarnya.

 BACA JUGA:Tok! Libur Idul Adha 1444 H Bertambah Menjadi 3 Hari

Sementara, President Director CV Akses Digital, Faisal Akbar menjelaskan, nama Gwido merupakan plesetan dari guide atau pemandu.

"Logonya kami menggunakan blangkon yang identik dengan guide. Tapi eksistensinya adalah untuk menyampaikan informasi kepada wisatawan," jelasnya.

Faisal menyebutkan, Keraton Kasepuhan yang pertama di Indonesia menggunakan aplikasi ini.

 

"Aplikasi GWIDO ini menggunakan teknologi AR yang memiliki objek 3D ke dunia nyata dalam waktu yang bersamaan, sehingga terkesan menarik dan unik.”

“Sehingga dengan fitur ini, pengguna hanya butuh men-scan barcode objek tertentu di tempat atau benda yang ada barcode-nya. Maka, nanti akan muncul objek dalam bentuk 3D,”sebutnya.

Selain itu, kata Faisal, aplikasi ini juga dapat digunakan oleh turis asing. Sebagaimana terdapat fitur bilingual dalam aplikasi ini yang memuat dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. (rdh)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: reportase