Kenapa Banyak Kontroversi di Al Zaytun, Syekh Panji Gumilang: Jangan Pernah Takut Dikecam

Kenapa Banyak Kontroversi di Al Zaytun, Syekh Panji Gumilang: Jangan Pernah Takut Dikecam

Pendiri dan pemimpin Mahad Al Zaytun, Syekh Panji Gumilang yang kerap dirundung kontroversi dan polemik kembali dilaporkan ke Polisi oleh ulama dan pimpinan pondok pesantren Tasikmalaya, Selasa 4 Juli 2023.-Mahad Al Zaytun-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Sudah berulangkali Mahad Al Zaytun dan Syekh Panji Gumilang diterpa dengan beragam kontroversi atas penerapan kegiatan pendidikan maupun ibadah.

Rupanya Syekh Panji Gumilang punya alasan tersendiri. Dirinya sedang menanamkan kemerdekaan dalam pendidikan. Baik dalam pemikiran maupun keilmuan.

Bahkan, visi soal kemerdekaan ini sudah diimplementasikan sejak Mahad Al Zaytun berdiri di tahun 1999. Baginya, kemerdekaan dan kebebasan pikir adalah hal penting dalam pendidikan.

"Di sini sedang menanamkan merdeka ruh, merdeka pikir, merdeka ilmu. Di sini diantarkan anak didik supaya punya kemerdekaan," kata Syekh Panji Gumilang.

BACA JUGA:Terduga Pelaku Tabrak Lari Dikejar Warga Sampai Keliling Kota Cirebon, Menyerah di Depan Mapolres Ciko

Terkait kontroversi yang terjadi, seringkali syekh juga menolak menjelaskan lebih lanjut. Sebab, penjelasan itu terkadang disalahartikan dan menjadi kontraproduktif. 

"Jadi kalau ada seperti itu, kita belum bisa membaca. Kalau dikatakan begini-begini, nanti tersinggung lagi," tegasnya.

Soal kebebasan, kata dia, sebenarnya UUD 1945 memberikan kebebasan dan mengatur hal itu. Karena itu, dirinya tidak akan berhenti mewujudkan visi tersebut. 

"Tidak siapapun yang bisa mengekang kita. Ilmu dan jiwa. Kecuali yang punya jiwa. Sejak start 1999 dibukanya mahad ini, tanggal 27 Agustus. Dari situ sudah kita tanamkan kebebasan berpikir," tegasnya.

BACA JUGA:Rekomendasi Gubernur Jabar Soal Al Zaytun Dipertanyakan, Terungkap Syekh Panji Gumilang Baru Kirim Surat Senin

Soal banyaknya kecaman, kontroversi dan polemik yang terjadi. Pihaknya mengaku akan menghadapinya dan tidak takut. Sebab, bila memiliki rasa takut, sulit untuk bisa mewujudkan pendidikan yang progresif.

"Memimpin sebuah pendidikan jangan pernah takut dikecam. Kalau takut, bagaimana mendidikan. Mempertahankan pendidikan, progresitvitas pendidikan," tegasnya. 

Syekh Al Zaytun memberikan contoh soal Bahasa Ibrani yang mulai dipelajari di tahun 2012. Motivasinya murni mempelajari. Sehingga aneh bila kemudian dipersoalkan.

"Tahun 2012 kami belajar Bahasa Ibrani. Bahasa setan saja, kalau ada bahasanya saya pelajari. Ini bahasa agama, sesungguhnya bukan bahasa agama juga. Sebetulnya nggak juga," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: cokro tv