Sejarah Sega Jamblang, Ikon Kuliner Cirebon yang Melegenda, Erat dengan Perjuangan Rakyat

Sejarah Sega Jamblang, Ikon Kuliner Cirebon yang Melegenda, Erat dengan Perjuangan Rakyat

Sejarah sega jamblang memiliki kaitan erat dengan perjuangan rakyat Cirebon. Foto:-Dokumen-Radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Sejarah sega jamblang sebagai ikon kuliner di Cirebon berkaitan erat dengan perjuangan rakyat di masa lalu.

Sega jamblang atau dalam bahasa Indonesia berarti nasi jamblang, kini merupakan ikon kuliner yang diburu para wisatawan ketika berkunjung ke Cirebon.

Beberapa tahun terakhir, deretan warung sega jamblang menjamur sejak masuk wilayah Kabupaten Cirebon hingga ke pusat Kota Cirebon.

Kuliner ini sangat khas. Nasi putih dibungkus dengan daun jati ditemani lauk pauk beraneka ragam. Cara penyajiannya juga khas. Yaitu, secara prasmanan.

Nah, sejarah sega jamblang ternyata memiliki beberapa versi. Semua versinya terkait dengan sejarah perjuangan rakyat pada masa penjajahan Belanda.

Kata Jamblang sendiri berasal dari nama sebuah desa di wilayah barat Kabupaten Cirebon. Yakni, Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Jika Anda dari Jakarta melewati jalur Pantura Cirebon, dipastikan akan melewati Desa Jamblang, yang kono sudah ada sejak abad ke-12 Masehi.

BACA JUGA:Sejarah Kelam Makam Buyut Bakom di Desa Singkup Japara, Santri Asal Jawa Tengah Dieksekusi di Abad ke-17

BACA JUGA:Alasan Linggarjati Kuningan Jadi Tempat yang Sangat Bersejarah, Pahlawan Wanita ini Sangat Berjasa

Berdasarkan riwayat yang berkembang di masyarakat, sejarah sega jambang bermula ketika pecahnya perang antara Belanda dan rakyat Cirebon. 

Dikenal dengan Perang Kedondong yang terjadi sekitar tahun 1753 sampai 1773 Masehi. Sega jamblang diyakini menjadi pasokan logistik pasukan rakyat yang menentang Belanda.

Riwayat lain menyebutkan, sega jamblang berawal dari proyek pembangunan Jalan Raya Pos dari Anyer menuju Panarukan pada 1809 hingga 1810. 

Pembangunan jalan Anyer-Panarukan ini dimotiri oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda ketika itu, Herman Willem Daendels. 

Mengerahkan rakyat dengan sistem kerja paksa, termasuk di Kabupaten Cirebon. Sega jamblang jadi makanan untuk pekerja paksa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: