Amerika Serikat Kerahkan 900 Tentara, Kirim 2 Iron Dome untuk Bantu Israel

Amerika Serikat Kerahkan 900 Tentara, Kirim 2 Iron Dome untuk Bantu Israel

Amerika Serikat kembali kirim pasukan untuk membantu pertahanan Israel. -Kementerian Pertahanan AS/Ist-radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Amerika Serikat mengerahkan sebanyak 900 personel tentara dan 2 iron dome yang dikirimkan ke Israel untuk membantu sistem pertahanan dari roket yang kerap ditembakan Hamas.

Kendati demikian, Sekretaris Pers Pentagon Brigadir Angkatan Udara, Jenderal Pat Ryder menegaskan, kehadiran pasukan Amerika Serikat tidak dimaksudkan untuk membantu Israel secara langsung. 

Mereka hanya ditempatkan untuk memastikan keamanan regional. Sekaligus mencegah adanya pihak lain yang memanfaatkan situasi perang antara Hamas dan Israel. 

Ryder menegaskan, upaya AS di Timur Tengah tetap terfokus pada mendukung kebutuhan pertahanan Israel ketika negara tersebut memerangi Hamas di Gaza.

BACA JUGA:Persib Bandung vs PSS Sleman 4-1, Levy Madinda Kembali ke JDT?

Jenderal Pat Ryder pada 26 Oktober 2023 menyatakan, sekitar 900 tentara AS sedang dalam proses pengerahan ke wilayah operasi. 

Ini termasuk pasukan yang sebelumnya telah ditempatkant. Unit yang dikerahkan dan dikerahkan termasuk baterai pertahanan udara dari Fort Bliss, Texas; Baterai Patriot dari Fort Sill, Oklahoma; Baterai Patriot dan Avenger dari Fort Liberty, North Carolina dan elemen markas pertahanan udara terkait dari Fort Bliss dan Fort Cavazos, Texas.

“Saya tidak akan membicarakan lokasi penempatan pasukan ini secara spesifik, saya dapat memastikan bahwa mereka tidak akan pergi ke Israel,” kata Ryder dikutip dari siaran pers Kementerian Pertahanan Amerika Serikat.

Unit dan personel tersebut dimaksudkan untuk mendukung upaya pencegahan regional dan lebih lanjut meningkatkan kemampuan perlindungan pasukan AS.

BACA JUGA:Pemuda Desa Pabuaran Kidul dan Komunitas Punk Cirebon, Santuni 150 Warga

Ryder mengatakan bahwa antara tanggal 17 dan 26 Oktober, pasukan AS dan koalisi telah diserang setidaknya 12 kali secara terpisah di Irak dan empat kali secara terpisah di Suriah, dengan kombinasi serangan drone dan roket satu arah.

Jenderal Ryder juga tidak bersedia menyebutkan kelompok spesifik yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Yang dia katakan hanyalah: “kita tahu bahwa kelompok-kelompok ini berafiliasi dengan Iran.”

Disampakan Ryder, Menteri Pertahanan Lloyd J. Austin III terus menelepon Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant hampir setiap hari. Dia menerima informasi terkini mengenai operasi Israel dan kebutuhan militer Israel.

"Selama diskusi, Menteri Austin menegaskan kembali pentingnya memastikan bantuan kemanusiaan dapat dikirim ke Gaza dan mengulangi seruan kami kepada Israel untuk memastikan perlindungan warga sipil,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: