Daya Motor

Pemkab Cirebon Tancap Gas Tangani KLB Campak

Pemkab Cirebon Tancap Gas Tangani KLB Campak

BeRpose: Bupati Cirebon Drs H imron MAg bersama Kadinkes Hj eni suhaeni sKM MKes dan jajaran pemcam Mundu serta pemdes Mundu pesisir foto bersama balita saat vaksinasi oRi campak.-Deni Hamdani-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bergerak cepat menangani merebaknya kasus campak yang kini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) di empat kecamatan, yakni Mundu, Sumber, Greged, dan Ciwaringin.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon hingga pekan ke-15, jumlah kasus campak terus bertambah.

Kecamatan Mundu mencatat 29 kasus suspect dengan dua kasus positif. Kecamatan Sumber terdapat 24 suspect dan lima positif.

Sementara di Greged ditemukan 33 suspect dengan tujuh kasus positif. Sedangkan, Ciwaringin menjadi wilayah dengan kasus positif tertinggi, yakni sembilan kasus dari 33 suspect.
Sebagai langkah darurat, Pemkab Cirebon menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi masal darurat.

BACA JUGA:Euforia Kirab Mahkota Binokasih Tercoreng, Aksi Copet Marak di Kerumunan Warga Cirebon

Selain empat kecamatan berstatus KLB, tujuh kecamatan lain juga ikut melaksanakan ORI guna mencegah penyebaran lebih luas.

Langkah tersebut dilakukan karena tingginya mobilitas masyarakat dan rendahnya cakupan imunisasi campak-rubella (MR) dalam beberapa tahun terakhir yang rata-rata belum mencapai 80 persen.

Selain ORI, Dinkes juga menjalankan Catch Up Campaign (CUC) untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, turun langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Jumat (8/5).

BACA JUGA:Komisi IV DPRD Matangkan Program Rumah Terintegrasi Pengentasan Kemiskinan

Dalam kesempatan itu, Imron menegaskan, penyebaran campak harus segera dikendalikan agar tidak menimbulkan korban lebih banyak.

“Campak sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi. Karena itu masyarakat jangan ragu membawa anaknya untuk vaksin,” ujar Imron.

Ia menyebut imunisasi menjadi kebutuhan penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai penyakit berbahaya seperti hepatitis B, tuberkulosis, difteri, polio, hingga rubella.

Menurutnya, pemerintah daerah terus memperluas layanan imunisasi melalui posyandu, puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga praktik mandiri tenaga kesehatan agar mudah dijangkau masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: