Syekh Panji Gumilang Bicara Soal NII: Sudah Selesai, Al Zaytun Tidak Bisa Dikaitkan dengan Itu

Syekh Panji Gumilang Bicara Soal NII: Sudah Selesai, Al Zaytun Tidak Bisa Dikaitkan dengan Itu

Syekh Panji Gumilang menegaskan bahwa NII sudah selesai dan tidak ada di Mahad Al Zaytun. -Mahad Al Zaytun-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Pimpinan Mahad Al Zaytun, Syekh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang membantah semua tudingan terkait Negara Islam Indonesia (NII).

Menurutnya NII sudah selesai sejak pimpinannya menyatakan kembali kepada Ibu Pertiwi yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, Syekh Panji Gumilang heran dengan tudingan bahwa Al Zaytun dikaitkan dengan NII. Padahal, organisasi tersebut sudah bubar.

Adapun hasil penelitian yang diklaim telah dilakukan oleh MUI pada tahun 2002, ditegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

BACA JUGA:Kala Alumni Al Zaytun Buka Suara, Soal seperti Kapal Pesiar Besar: Sejak 2019 Kelihatan Berbeda

Sebab, pada tahun 2002 tidak pernah ada MUI datang ke Al Zaytun. Bahkan selembar surat pun tidak pernah disampaikan ke pondok pesantren yang dipimpinnya. 

"Siapa yang mengungkapkan nama itu? NII sudah selesai. Pimpinannya sudah menginstruksikan kepada warganya, kembali kepada ibu pertiwi. NKRI. Dasarnya Pancasila. Berundang-undang Dasar 1945. Itu selesai," kata Syekh Panji Gumilang dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan Mahad Al Zaytun.

Ditegaskan Syekh Al Zaytun bahwa lembaga pendidikannya tidak bisa dikaitkan dengan NII dan memang tidak ada kaitannya.

"Al Zaytun tidak bisa dikait-kaitkan dengan itu. Justru yang ada teroris itu, di majelis ulama. Teroris di pusat dan di daerah. Ini yang mau menggeriring kepada peristiwa-peristiwa yang sudah selesai," bebernya.

BACA JUGA:Kemenag Tak Segan Beri Hukuman Administrasi Ponpes Al Zaytun Jika Terbukti Melanggar

Karena itu, Syekh Al Zaytun menduga bahwa yang ingin mendirikan NII adalah mereka yang sering mengungkapkannya. "Jangan-jangan ini yang ingin mendirikan NII lagi," sindirnya.

Terkait segala hal yang dipersoalkan di Al Zaytun, syekh menegaskan bahwa hal tersebut sudah selesai dan sesuai dengan administrasi.

"Macam-macam ada urusan tanah. Tanah Al Zaytun selesai, bersertifikat. Keuangan. Di sinilah kemampuan mengelola keuangan seperti konglomerasi," tandasnya.

Karenanya, AS Panji Gumilang mengaku heran, karena ketika ekonomi berjalan di Al Zaytun, justru dirinya dikatakan garong sana sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: