Hasil Pemeriksaan, Bareskrim Sebut Panji Gumilang Akui Semua Perbuatan

Hasil Pemeriksaan, Bareskrim Sebut Panji Gumilang Akui Semua Perbuatan

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani memeberikan keterangan usai melakukan pemeriksaan kepada pimpinan Mahad Al Zaytun Panji Gumilang.-Tangkapan Layar Video-Youtube

JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Bareskrim Polri melakukan pemanggilan kepada Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang, Senin 3 Juli 2023.

Pemanggilan kepada Panji Gumilang itu, dilakukan Bareskrim untuk klarifikasi terhadap laporan yang masuk.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, undangan kepada Panji sendiri dilayangkan pukul 10.00 WIB.

"Untuk klarifikasi penyelidikan terkait laporan yang masuk perihal adanya penistaan agama yang dilakukan oleh Saudara Panji Gumilang," ucap Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo, di hadapan wartawan, Senin 3 Juli 2023.

BACA JUGA:Nasib Oknum Guru T di Cirebon Segera Ditentukan, Simak Keterangan Kasat Reskrim

Dalam pemanggilan tersebut, Panji Gumilang datang menghadap Bareskrim pada pukul 13.30 WIB, sedangkan pemeriksaan dimulai pukul 14.00 WIB.

Dijelaskan Brigjen Pol Djuhandhani, sebanyak 26 pertanyaan diajukan kepada Panji Gumilang sesuai dengan yang diadukan pihak pelapor.

"26 pertanyaan dijawab semua oleh Panji Gumilang," tegasnya di gedung Bareskrim Polri.

Adapun kisi-kisi pertayaan yang dibagikan kepada wartawan, tentang sejarah berdirinya Al Zaytun, Yayasan, dan Struktur Organinsasi.

BACA JUGA:Perumda Farmasi Kota Cirebon Hadirkan Klinik Bernuansa Cafe

Selain itu, polisi juga menanyakan tentang unggahan video yang ramai diperbincangkan, sehingga menimbulkan polemik dan menjadi bahan laporan.

Adapun video yang menjadi polemik di Al Zaytun dipicu sejumlah pernyataan Panji dalam sejumlah video. 

Misalnya, memperbolehkan pengikutnya untuk melakukan shalat dengan tidak merapatkan saf, bahkan membuat jarak selebar sekitar satu meter satu sama lainnya. 

Selanjutnya video di mana para jemaah Al Zaytun melaksanakan shalat dengan posisi saf perempuan bukan berada di belakang saf laki-laki, tetapi berada sejajar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: