Syekh Panji Gumilang Ungkap Kondisi Mahad Al Zaytun Usai Pemeriksaan Bareskrim, Ada Pesan untuk Wali Santri

Syekh Panji Gumilang Ungkap Kondisi Mahad Al Zaytun Usai Pemeriksaan Bareskrim, Ada Pesan untuk Wali Santri

Ternyata tidak mudah untuk jadi santri Al Zaytun. -Mahad Al Zaytun-radarcirebon.com

INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Syekh Panji Gumilang mengungkapkan kondisi Mahad Al Zaytun di tengah beragam kontroversi dan pemeriskaan juga klarifikasi dari Bareskrim Polri, baru-baru ini.

Disampaikan Syekh Panji Gumilang bahwa dari hasil pantauannya, berkeliling di dalam komplek Mahad Al Zaytun, nyaris tidak ada yang berbeda.

"Para santri, pelajar, tidak ada gangguan apapun. Mereka sehat, ceria dan terus mengikuti pembelajaran dengan seksama. Tidak ada apa-apa, pengaruh apa-apa. Seperti sedia kala," kata Syekh Al Zaytun, dilansir dari publikasi resmi, Kamis, 6, Juli 2023.

Tidak hanya santri, para guru juga seperti halnya murid. Sama. Integritas mereka dalam membangun pendidikan dan melaksanakan pendidikan, berjalan dengan baik.

BACA JUGA:DETIL! Syekh Panji Gumilang Ungkap Cerita Pemeriksaan di Bareskrim, Ada Hambatan di Jalan, Apa Itu?

Namun, syekh menyampaikan pesan paling khusus kepada wali santri, karena intinya penghuni di sini adalah santri.

"Mereka itu punya ayah dan ibu. Kalau di sini ada 5 ribu santri, paling tidak ada 10-20 ribu wali santri," kata pria dengan nama lengkap Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang tersebut.

Karena itu, dirinya meminta agar wali santri mempercayakan sepenuhnya baik pendidikan maupun kehidupan para santri kepada pihak mahad.

"Percayakan kepada kita yang ada di mahad. Putra-putri bapak, ibu selamat. Yang baru pun insya Allah kerasan. Tanda kerasan itu, sudah diteliti oleh syekh tiap hari keliling, mereka ceria dalam belajar dan olahraga," tandasnya.

BACA JUGA:Timnas Putri Indonesia U-19 Cukur Timor Leste 7-0 di Ajang Piala AFF 2023

Sekali lagi, syekh berpesan agar wali santri mempercayakan anak-anaknya sepenuhnya. Sebab, semuanya sudah serba terjamin di Al Zaytun. Sesekali mereka juga boleh datang menengok.

"Percayakan kepada kami. Kalau ingin berkunjung, ya silakan. Tapi jangan terlalu sering, nanti menghabiskan biaya," katanya.

Kendati demikian, wali santri juga diminta untuk tidak sering menengok. Sebab, butuh biaya untuk perjalanan dari luar kota ke Indramayu yang tidak murah.

"Ke Al Zaytun kalau dari Jakarta tidak cukup 10 ribu. Bensinnya belum, lain-lainnya belum," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: