Relawan Cianjur Mundur karena Pungli dan Intoleran, Polisi: Hoax

Relawan Cianjur Mundur karena Pungli dan Intoleran, Polisi: Hoax

Pernyataan relawan RAID mundur dari kegiatan tanggap darurat bencana gempa di Cianjur. -Ist/tangkapan layar-radarcirebon.com

CIANJUR, RADARCIREBON.COM - Postingan relawan gempa Cianjur yang mengatasnamakan diri dari kelompok RAID menyatakan mundur karena sejumlah permasalahan.

Terkait unggahan dari relawan RAID yang menyatakan mundur dari Cianjur, karena masalah pungli hingga tindakan intoleran rupanya telah diselidiki oleh Polda Jawa Barat.

Hasilnya, Polda Jabar menyatakan bahwa postingan relawan Cianjur dari kelompok RAID yang menyatakan mundur adalah hoax.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo menegaskan, kabar tersebut adalah hoax. Pihak kepolisian sendiri akan mendalami informasi tersebut, untuk antisipasi terjadinya kabar bohong di tengah penanganan gempa di Cianjur.

BACA JUGA:Desa Paling Maju di Kabupaten Majalengka, Dapat Hadiah Mobil Keren dari Ridwan Kamil

BACA JUGA:Tradisi Unik! Lulus Uji Terbang Solo, Siswa Sekolah Pilot Proflight Mandi Oli Bekas

"Untuk seluruh relawan yang saat ini sedang bertugas, tetap semangat. Mari sama-sama kita membantu masyarakat korban terdampak gempa di Kabupaten Cianjur," demikian Kombes Ibrahim menyampaikan, seperti dilansir dari Jabar Quick Response.

Jabar Quick Response menambahkan, apabila memang relawan menemukan kendala pada saat melakukan tugas di lapangan.

"Silakan untuk menghubungi Jabar Quick Response dan berkoordinasi terkait penanganannya," tulis keterangan Jabar Quick Respons yang dilansir radarcirebon.com, Rabu, 30, November 2022.

Postingan Viral di Media Sosial

Sebelumnya di media sosial sempat viral postingan para relawan dan rekan medis dari RAID menuliskan bahwa mereka menyatakan menarik diri dari perbantuan korban bencana gempa bumi di Cianjur.

BACA JUGA:Kapan Liga 1 Indonesia Kembali Bergulir, Dirut PT LIB: Tinggal Menunggu Izin dari Kepolisian

BACA JUGA:Kabupaten Cirebon dan Haman-Gun Korea Selatan Teken MoU Soal Penempatan Tenaga Kerja di Luar Negeri

"Dengan sangat menyesal kami tarik mundur rescuer dan rekan-rekan medis dari RAID yang diperbantukan untuk tragedi Cianjur," tulis keterangan yang diunggah akun @idn.grassroots.

"Dengan pertimbangan perlakuan dari sekelompok masyarakat yang justru membebani misi kemanusiaan kawan-kawan dilapangan," tulisnya.

Mereka menyebutkan, sejumlah pertimbangan mencabut diri dari kegiatan tanggal bencana gempa Cianjur, antara lain:

  1. Banyaknya pungli di beberapa titik jalan yang dilalui unit armada angkutan kami.
  2. Adanya tindakan intoleran erhadap beberapa rekan dengan dalih agama.

BACA JUGA:Tinjau Korban Gempa di Cianjur, Atalia Ajak Komunitas Bantu Penyediaan Air Bersih

BACA JUGA:Jam Segini Masih Susah Tidur, Bisa Jadi Inilah Salahsatu Penyebabnya

"Kami datang tanpa simbol dan atribut, jika perbedaan warna kulit dan keyakinan menjadi pembatas, maka tidak ada jalan bagi kami untuk pulang dan rehat," tulisnya lagi.

Terkait postingan tersebut, seperti telah dijelaskan di atas, Polda Jabar menyatakan bahwa relawan medis di Cianjur mundur adalah hoax.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: