Berharap Dapat Gelar Haji dari Al Zaytun, Pablo Benua: Eh Ternyata Tidak Dapat

Berharap Dapat Gelar Haji dari Al Zaytun, Pablo Benua: Eh Ternyata Tidak Dapat

Pablo Benua berbicara tentang pengalamannya selama di Al Zaytun.-Tangkapan Layar Video-Youtube @DNTV

BACA JUGA:Fiks, Madinda Pemain Baru Persib Bandung eks Celta Vigo, Tapi Begini Statusnya

Pengacara dan pengusaha tersebut juga menegaskan bahwa dirinya siap membantu biaya pendidikan di pondok pesantren di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.

Dia pun turut prihatin karena saat ini rekening Mahad Al Zaytun hingga Panji Gumilang dibekukan, sehingga berpotensi mengalami masalah keuangan.

“Bahkan hari ini saya ingin sampaikan kepada teman-teman, rekening Syekh Panji Gumilang dan Al Zaytun diblokir. Saya bilang jangan takut,” tandasnya.

Pablo Benua juga menyatakan bahwa andai sampai pondok pesantren tersebut kekurangan uang, dirinya secara pribadi siap membantu.

BACA JUGA:Alasan Sopir Elf Cirebon – Kadipaten – Bandung Pilih Lewat Jalur Biasa Ketimbang Tol Cisumdawu, Oh Ternyata…

“Kalau Al Zaytun kekurangan operasional, minta sama saya. Saya kasih. Demi pendidikan di Indonesia,” tegasnya.

Sejak awal menikah, Pablo Benua menyampaikan kepada sang istri Rey Utami untuk tidak memasukan anak ke pesantren, karena khawatir.

Namun setelah melihat langsung Al Zaytun, dirinya justru merasakan kedamaian dan ada sesuatu yang berbeda.

Karenanya, Pablo Benua pun ingin suatu saat nanti memasukan anaknya bersekolah di Mahad Al Zaytun.

BACA JUGA:Tim SAR TNI AL Cirebon Ikut Temukan Korban Tenggelam di Perairan Laut Cirebon

“Dulu sebelum saya datang ke Al Zaytun, jangan masukan anak ke pesantren. Tapi hari ini saya melihat sebuah pondok yang indah penuh perdamaian. Saya rasa ingin memasukan anak saya ke Al Zaytun,” bebernya.

Kehadirannya di Al Zaytun pun tentu dirasakan sangat bermakna. 

“Dengan adanya hari ini, kita tunjukan kepada orang di luar sana. Kita bukan berbeda. Tapi mereka yang tidak mau menerima perbedaan kita,” katanya.

Dia pun menyayangkan, masyarakat Indonesia yang seringkali bicara soal toleransi. Tetapi tidak mau menerima ketika ada sesuatu yang berbeda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: