Sekadar Tanya, Dana Swadaya Desa Rp186 Juta per Tahun dari Al Zaytun untuk Apa?

Sekadar Tanya, Dana Swadaya Desa Rp186 Juta per Tahun dari Al Zaytun untuk Apa?

Rekening Panji Gumilang diblokir demi penyelidikan TPPU.-Mahad Al Zaytun-radarcirebon.com

BACA JUGA:5 Jenis Burung Perkutut yang Mengandung Mitos Adat Jawa, Memengaruhi Wibawa, Rezeki dan Keberuntungan

Dengan suara lantang, Panji pun mengungkapkan masa lalu Nina, sebelum menjadi bupati. Ketika itu Nina menyampaikan visi misi ke Al Zaytun. Dia didampingi oleh ayahandanya, Dai Bahtiar. 

Menurut Syekh Panji Gumilang, Nina dan sang ayah itu terima di Wisma Al Zaytun. Dan waktu itu, juga diterangkan kalau tempat tersebut adalah wisma tamu.

Panji kembali mengatakan, semenjak menjelang pemilihan bupati hingga sekarang Nina belum berkunjung lagi ke Al Zaytun. Karena itu, Nina mendapatkan informasi yang lain-lain, maka berbicaralah tentang adanya hotel di kampus Al Zaytun.

“Bu bupati, tidak ada hotel. Di Al Zaytun tidak ada hotel. Wisma tamu. Untuk wali santri yang datang supaya tidak intervensi, ke dalam asrama pelajar,” ungkap Panji Gumilang.

BACA JUGA:BERAT DIONGKOS! Masalah Transportasi Bisa Bikin Pemindahan Penerbangan ke Bandara Kertajati Gagal (Lagi)

Menurut Panji, sistem modern memang harus seperti itu, sehingga santri yang ingin bertemu dengan orang tuanya datang ke wisma tamu. “Itu sistem moderen. Jadi bukan hotel, tapi wisma tamu,” tegas Panji lagi.

“Jadi kalau ada wartawan yang ingin berkunjung dan menginap, ya seperti itu. Inilah bedanya pendidikan di Al Zaytun dengan di luar Al Zaytun,” jelas Panji.

Seperti ramai diberitakan jika Ponpes Al Zaytun Indramayu, diduga memiliki banyak aset dan usaha. Ponpes yang dipimpin Panji Gumilang itu bahkan dikabarkan memiliki hotel setara bintang tiga yang berbama Wisma Tamu Al Islah Mahad Al Zaytun.

Bupati Indramayu, Nina Agustina mengaku, pihaknya saat ini belum bisa memastikan hotel tersebut berizin atau tidak. “Tapi pastinya akan kami coba cek perizinannya," kata Nina.

BACA JUGA:2 Hari Lagi Grand Final Miss Universe Indonesia 2023, Wakil Cirebon Muthia Fatika Rahman Unjuk Kebolehan

Nina memastikan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas perihal inventarisasi aset usaha Ponpes Al Zaytun yang bermasalah terkait pajak dan perizinan.

Begitu juga soal PBB, Nina mengungkapkan jika Al Zaytun baru sebagian yang melunasi PBB. Dia mengatakan ada tiga nama pada PBB ponpes tersebut. Yakni atas nama Al Zaytun, Panji Gumilang dan beberapa nama lainnya.

“Kalau PBB-nya itu ada tiga nama, yang pertama atas nama Al Zaytun (Yayasan), yang kedua atas nama Panji Gumilang, dan yang ketiga ada beberapa nama-nama," kata Nina.

Untuk tiga nama itu, nama Al-Zaytun diketahui sudah membayar PBB. Sementara itu, untuk tanah atas nama Panji Gumilang dan nama lainnya tercatat baru melunasi sebagian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: