Daya Motor

22 Orang Diduga Keracunan MBG di Majalengka, Dapur Ditutup Sementara

22 Orang Diduga Keracunan MBG di Majalengka, Dapur Ditutup Sementara

22 orang diduga keracunan mbg di Kabupaten Majalengka. Operasional dapur Talaga dihentikan sementara menunggu hasil lab. Ilustrasi foto-Dok. Radar Cirebon -

RADARCIREBON.COM – Kasus dugaan keracunan yang melibatkan puluhan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka menjadi perhatian serius berbagai pihak. 

Sebanyak 22 orang dilaporkan mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut di wilayah Kecamatan Talaga.

Menyusul kejadian itu, operasional dapur penyedia makanan MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Talaga resmi dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium.

Koordinator SPPG Kabupaten Majalengka, Intan Diena Khoerunisa, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan terbaru, jumlah penerima manfaat yang mengalami gejala dan diduga mengalami keracunan mencapai 22 orang.

BACA JUGA:Gaji 13 ASN Pemkab Cirebon Segera Cair Juni 2026, Anggaran Tembus Rp86 Miliar

BACA JUGA:Bulan Penuh Keberuntungan: Ini 7 Shio yang Diprediksi Kebanjiran Rezeki dari Berbagai Arah

“Mereka terdiri dari siswa tingkat SMP, SMA, serta relawan yang ikut terlibat dalam kegiatan program tersebut. Beberapa di antaranya sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setelah mengalami gangguan pencernaan,” ujarnya.

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Jumat, 29 Mei 2026. Para penerima manfaat mulai merasakan keluhan kesehatan pada malam hari setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Gejala yang dialami mayoritas korban berupa gangguan pencernaan. Sejumlah penerima manfaat yang mengalami kondisi lebih serius kemudian dibawa ke RSUD Talaga untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Meski demikian, hingga saat ini penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan. 

BACA JUGA:Gigi Anak Tumbuh Tidak Normal? Kenali Tanda dan Penyebabnya Sejak Dini

BACA JUGA:Inovasi Baru KAI! Boarding Kereta di Cirebon Kini Gunakan Teknologi Pengenalan Wajah

Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan oleh Dinas Kesehatan.

Menurut Intan, proses investigasi dilakukan secara menyeluruh guna memastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat memang berasal dari makanan yang dikonsumsi atau terdapat faktor lain yang memengaruhi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait