Daya Motor

Curahan Hati Nelayan Citemu: Cuaca Sudah Bersahabat, Tapi Hasil Tangkapan Seret

Curahan Hati Nelayan Citemu: Cuaca Sudah Bersahabat, Tapi Hasil Tangkapan Seret

Sejumlah kapal bersandar di Muara Desa Citemu, Selasa (7/7/2026). Sebagian nelayan kembali melaut meskipun hasil yang didapat seringkali tidak menutup biaya operasional.-Khoerul Anwarudin-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COMCurahan hati nelayan Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, menggambarkan kondisi yang masih sulit meski cuaca di perairan utara Jawa mulai membaik. 

Aktivitas melaut memang kembali berjalan normal, namun hasil tangkapan rajungan yang masih minim membuat penghasilan nelayan belum juga pulih.

Harapan para nelayan untuk kembali menikmati hasil laut yang melimpah belum terwujud. 

Di tengah cuaca yang semakin bersahabat, mereka justru dihadapkan pada persoalan lain, yakni menurunnya hasil tangkapan sementara biaya operasional melaut terus meningkat.

BACA JUGA:Gowes Menyusuri Tebing Walikukun, Permata Tersembunyi di Tapal Batas Cirebon - Majalengka

Salah seorang nelayan Desa Citemu, Trisno, mengatakan sebagian besar nelayan sudah kembali melaut setelah beberapa waktu terkendala cuaca buruk. 

Kondisi angin yang tidak lagi kencang membuat para nelayan berani kembali mencari ikan dan rajungan di perairan Cirebon.

"Kalau cuaca sekarang sudah lumayan bagus. Anginnya tidak terlalu besar, jadi sebagian nelayan sudah berani melaut lagi," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Namun, menurut Trisno, membaiknya cuaca belum diikuti dengan peningkatan hasil tangkapan. 

BACA JUGA:Ramalan Shio Keberuntungan dan Rezeki Juli 2026: 6 Shio Paling Hoki, Rezeki Mengalir Deras

Rajungan yang menjadi salah satu komoditas andalan nelayan Citemu masih sulit didapat. Begitu pula dengan hasil tangkapan ikan yang jumlahnya belum mampu memenuhi harapan.

Di sisi lain, biaya melaut tetap tinggi. Nelayan harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membeli solar, umpan, hingga kebutuhan operasional lainnya sebelum berangkat ke laut.

"Yang jadi masalah sekarang hasil tangkapannya masih sedikit. Sementara biaya untuk melaut tetap besar, mulai dari solar, umpan sampai kebutuhan lainnya," katanya.

Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diperoleh nelayan semakin menipis. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait