Yamaha 2022-09

Kekayaan Irjen Ferdy Sambo, Ternyata Sebegini, Wow Banget

Kekayaan Irjen Ferdy Sambo, Ternyata Sebegini, Wow Banget

Pengakuan Irjen Ferdy Sambo terbaru, mengungkap sejumlah fakta mengejutkan. -Ricardo/Jpnn-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, JAKARTA - Kekayaan Irjen Ferdy Sambo turut menjadi sorotan. Dari segi aset saja sudah terlihat. Eks Kadiv Propam Polri itu, memiliki tiga rumah di Jakarta.

Kendati demikian, secara nilai harta kekayaan Irjen Ferdy Sambo belum dilaporkan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang biasa dipublikasi KPK. 

Pasalnya, Irjen Ferdy Sambo belum menyelesaikan berkas-berkas untuk pengunggahan harta kekayaan di LHKPN.

Tetapi, dengan kepemilikan tiga unit rumah di Jakarta saja, sudah terlihat berapa aset yang dimiliki Ferdy Sambo tersebut.

BACA JUGA:Jaksa Gadungan Ditangkap, Asal Astanajapura Cirebon, Bawa Pistol Airsoft Gun Buat Peras Korban Rp1 Miliar

BACA JUGA:Youtuber Tenggelam di Sungai Cisanggarung, Habis Buat Konten di Makam

Juru Bicara KPK, Ipi Maryati mengatakan, pada tahun 2021 memang telah menerima LHKPN atas nama Ferdy Sambo. Tetapi berkasnya belum lengkap.

Nah, sampai hari ini kelengkapan berkas tersebut belum dipenuhi oleh Ferdy Sambo. Karena itu, namanya belum dirilis di situs KPK.

"Namun, ada kelengkapan dokumen yang masih harus dilengkapi sehingga sampai hari ini belum dapat dipublikasikan di situs e-LHKPN," kata Ipi, seperti dilansir dari JPNN.

Menurut Ipi, lembaga antirasuah itu telah menyampaikan hasil verifikasi dan kelengkapan berkas yang harus dipenuhi Ferdy Sambo.

BACA JUGA:Drama Kasus Brigadir J Disebut Fadli Zon Mirip Film India, Mahfud MD Komentar Begini

BACA JUGA:Pembunuh Subang Terbaru, Apakah Keterangan ABK Bisa Ungkap Pelaku?

"KPK juga telah berkoordinasi dengan Polri dan selalu terbuka untuk memberikan asistensi terkait pengisian dan pemenuhan kewajiban LHKPN untuk seluruh wajib lapor di lingkungan Polri," tutur Ipi. Diketahui, Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir J.

Sebab, dia diduga menyuruh anak buahnya menembak bawahannya, Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Sumber: